Komra – Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat komitmen eliminasi malaria di Kabupaten Sarmi, Puskesmas Betaf melaksanakan kegiatan Mass Blood Survey (MBS) Malaria di Kampung Komra/Biri II, Distrik Pantai Timur, pada 6–7 Agustus 2025.
Kegiatan dipimpin oleh Penanggung Jawab Malaria Puskesmas Betaf, Erna Gare, Amd.Kep, bersama tim lapangan yang terdiri dari Adriana Entan, Amd.Kep (pendamping kader malaria), Irna Amin, Amk, Apt. Aprilia Lisa K. Batong, S.Farm, dan kader malaria kampung setempat, Gaspar Bweser.
MBS Malaria merupakan survei darah massal yang bertujuan menemukan penderita malaria, khususnya yang tidak menunjukkan gejala klinis (asimptomatik) di wilayah endemis. Melalui deteksi dini, pasien dapat segera mendapatkan pengobatan radikal sehingga rantai penularan dapat diputus.
“Kasus malaria tanpa gejala tetap berpotensi menularkan penyakit. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci dalam mencapai target eliminasi malaria,” jelas Erna Gare.
Proses MBS dilakukan dengan pengambilan sampel darah masyarakat di wilayah dengan kasus malaria tinggi, untuk kemudian diperiksa keberadaan parasit malaria. Hasilnya diharapkan dapat mempercepat penanganan dan menurunkan angka kejadian penyakit.
Kepala Kampung Komra/Biri II menyatakan dukungan penuh terhadap program ini serta mengajak warganya hadir mengikuti pelayanan kesehatan yang diberikan. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan aktif kader malaria setempat demi keberlanjutan program.
Dengan adanya kegiatan ini, Puskesmas Betaf berharap angka kasus malaria di Kampung Komra/Biri II dapat menurun dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan malaria semakin meningkat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!